Segmenting,Targeting,Positioning
Pengertian
P. Kotler menyatakan: “Market segmentation is the process of
breaking a heterogeneous group of potential buyer into smaller homogeneous
groups of buyer, that is with relatively similar buying characteristics or
needs”.
Selanjutnya Thompson menyatakan bahwa tantangan dalam
pemasaran adalah untuk mengidentifikasi pasar potensial yang menguntungkan
untuk dilayani karena jarang sekali satu program pemasaran dapat memuaskan
pasar yang heterogen yang berbeda selera dan karakteristik untuk itu diperlukan
segmentasi pasar.
Sementara itu, Kartajaya, Huan dan Liu menyatakan bahwa
segmentasi adalah melihat pasar secara kreatif, segmentasi merupakan seni
mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.
Pada saat yang sama segmentasi merupakan ilmu (science)
untuk memandang pasar berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis
dan perilaku.
Pola Segmentasi Pasar
Untuk mengidentifikasai preferensi segmen ada tiga pola
segmentasi pasar yang dapat digunakan (Kotler,2003). Pola tersebut adalah:
1. Homogeneus preference (preferensi homogen)
Homogeneus preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa
konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk atau jasa yang
ditawarkan.
2. Diffused preference (preferensi yang menyebar)
Diffused preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa
konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk atau jasa yang
ditawarkan.
3. Clustered preference (preferensi yang mengelompok)
Clustered preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa
konsumen memiliki preferensi yang berkelompok-kelompok. Dimana konsumen yang
berada dalam satu kelompok memiliki kesamaan preferensi.
Prosedur dan Proses Segmentasi Pasar
Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam segmentasi pasar
(Kotler,2003) yaitu:
1. Survey Stage
Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik
melalui focus group discussion atau dengan wawancaraatau dengan cara mendatangi
tempat yang ingin diketahui , hal tersebut betujuan untuk memperoleh keterangan
mengenai motivasi, sikap dan perilaku konsumen.
2. Analysis Stage
Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi
yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan
analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel pasar yang memiliki perbedaan
karakteristik secara signifikan.
3. Profiling Stage
Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi
profil masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini maka dapat
teridentifikasi perbedaan dari masing-masing cluster berdasarkan sikap dan
perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan.
Syarat Segmentasi Yang Efektif
Dalam melakukan segmentasi perusahaan perlu memperhatikan
efektifitas segmentasi tersebut. Syarat segmentasi yang efektif adalah
(Kotler,2003):
1. Measurable (terukur)
2. Substansial (banyak)
3. Accessible (dapat diakses)
4. Differentiable (dapat dibedakan)
5. Actionable (dapat dilayani)
Manfaat Segmentasi
1. Designing responsive products to meet the needs of the
marketplace atau Merancang produk responsif untuk memenuhi kebutuhan pasar
Melalui penelitian preferensi konsumen, perusahaan berjalan
ke arah penyelesaian konsep marketing.
2. Determining effective and cost efficient promosional
strategies atau Menentukan strategi promosi yang efektif dan efisien dan biaya.
3. Evaluating market competition in partikular the companys
market position atau Mengevaluasi persaingan pasar dalam posisi pasar tertentu
perusahaan.
Riset segmentasi menyediakan mekanisme kecerdasan kompetitif
untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar.
4. Providing insight on present marketing strategies atau
Memberikan wawasan tentang strategi pemasaran ini.
B. Targeting
Targeting merupakan sebuah sasaran, siapa yang dituju. Dalam
menentukan targeting maka dilakukan beberapa survey untuk dapat mengetahui
keadaan pasar nantinya, agar ketika proses pemasaran tidak salah sasaran.
Menentukan Target Market :
1. Single Segment Concentration
Single Segment Concentration maksudnya adalah perusahaan
dapat memilih satu segmen saja.
2. Selective Specialization
Selective Specialization maksudnya adalah perusahaan
menyeleksi beberapa segmen.
3. Product Specialization
Product Specialization maksudnya perusahaan berkonsentrasi
membuat produk khusus atau tertentu.
4. Market Specialization
Market Specialization maksudnya adalah perusahaan
berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu.
5. Full Market Coverage
Full Market Coverage maksudnya adalah perusahaan berusaha
melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Biaya yang diperkirakan
untuk full market coverage adalah Product modification cost, manufacturing
cost, administrative cost, inventory cost, dan promotion cost.
C. Positioning
Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak
seorang konsumen dari sebuah nama perusahaan atau produk. Posititioning adalah
bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing.
Menurut Milton M. Presley et al dalam Advertising procedure:
“Positioning product is the place your product occupies in
consumers’ minds relative to competing products. Think brand image, benefit
promise, and competitive advantage. It’s how you plan to compete in the
marketplace. It’s the reasons customers should buy your product, and not the
competitors”.
Kembali Kotler (1997)menjelaskan beberapa cara product
positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada
konsumen yang dituju, antara lain:
1. Penentuan posisi menurut atribut
Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan
menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti
ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya.
2. Penentuan posisi menurut manfaat
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin
dalam suatu manfaat tertentu.
3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan
Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai
unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya.
4. Penentuan posisi menurut pemakai
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk
sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada
sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas
5. Penentuan posisi menurut pesaing
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya
secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing.
6.Penentuan posisi menurut kategori produk
Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu
kategori produk.
7. Penentuan posisi harga atau kualitas
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik.
- Dalam mengkomunikasikan positioning sebuah produk, perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:
1. Be creative
Be creative maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif
untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
2. Simplicity
Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan
harus sesederhana dan sejelas mungkin
3.Consistent yet flexible
Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus
konsisten dan melihat kondisi.
4.Own, dominate, protect
Own, dominate, protect maksudnya adalah dalam komunikasi
perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan
5.User their language
User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan
positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.