“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give theproduct a unique position in the market place.” Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri.
Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenn.
1. Penentuan posisi menurut atribut
Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut
produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama
keberadaannya, dan seterusnya
2. Penentuan posisi menurut manfaat
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat
tertentu.
3. Penentuan posisi menurut
penggunaan atau penerapan Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan
inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya.
4. Penentuan posisi menurut pemakai Ini
berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok
pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih
komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas
5. Penentuan posisi menurut pesaing
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan
diposisiskan lebih baik daripada pesaing.
6.Penentuan posisi menurut kategori produk
Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk.
7. Penentuan posisi harga atau kualitas Disini
produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik.Selanjutnya ada 4 kriteria penentuan Positioning
1) Costumer
Didasarkan atas kajian pelanggan (customer) positioning harus dipersepsikan secara positif oleh para pelanggan dan menjadi alasan dalam pembelian mereka. Hal ini akan terjadi bila positioningnya mendiskripsikan value atau nilai yang diberikan kepada para pelanggan dan nilai ini benar-benar merupakan suatu keuntungan atau aset bagi mereka.
2) Company
Didasarkan atas kekuatan internal perusahaan (company), maka positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan. Dalam hal ini jangan sampai terjadi bahwa perusahaan merumuskan positioningnya namun ternyata tidak mampu melakukan dan memenuhi janjinya.
3) Competition
Berdasarkan kajian atas keadaan pesaing, maka
positioning harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudahmendiferensiasikan
diri dan memiliki perbedaan khususdibanding dengan produk saingannya.
4. Change
Didasarkan pada perubahan yang
terjadi dalam lingkungan bisnis, positioning harus berkelanjutan dan selalu
relevan dengan berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis apakah itu perubahan
persaingan, perilaku pelanggan ataupun perubahan sosial budaya dan sebagainya.
Hal ini berarti bahwa apabila positioning dan perangkatnya sudah tidak relevan
dengan kondisi lingkungan bisnis maka dengan cepat harus merubahnya, dengan
melakukan perubahan strateginya.
Menurut Kotler terdapat 4
klasifikasi posisi perusahaan menurut peranannya dalam pasar sasaran, yaitu :
▪ Pemimpin
pasar
Perusahaan ini memiliki pangsa pasar
terbesar dan biasanya memimpin dalam perubahan harga, peluncuran produk baru,
cakupan distribusi dan intensitas promosi.
▪ Penantang
pasar
Posisi perusahaan ini berada setelah
pemimpin pasar atau berada pada posisi kedua. Perusahaan ini dapat melakukan
dua hal, mereka dapat menyerang si pemimpin pasar secara agresif untuk
mendapatkan pangsa pasar (penantang pasar) atau mereka dapat tenang dan tidak
menimbulkan gejolak (pengikut pasar)
▪ Pengikut
pasar
Perusahaan model ini lebih suka
mengikuti daripada menantang pemimpin pasar. Adapun hal-hal yang ditiru
biasanya pada produk, distribusi dan iklan si pemimpin, tetapi meskipun
strategi pemasarannya mengikuti si pemimpin pasar biasanya masih terdapat
perbedaan dibanding si pemimpin pasar seperti harga, kemasan atau selain
mengadaptasi kadang-kadang memperbaikinya.
▪ Penceruk
Pasar
Alternatif dari pengikut pasar besar
adalah pemimpin dalam pasar kecil atau ceruk (niche). Perusahaan kecil umumnya
menghindari persaingan melawan perusahaan besar dan mengarah pasar kecil yang
tidak menarik perusahaan besar dan ide dasar penceruk adalah spesialisasi.
proses postioning produk melibatkan
:
- Mendefinisikan ke segmen pasar mana produk tersebut akan disaingkan
- Mengidentifikasikan dimensi atribut dan kemasan untuk menentukan seberapa besar pasar
- Mengumpulkan informasi dari konsumen tentang persepsi mereka tehadap produk dan produk pesaing
- Mengukur seberapa jauh persepsi konsumen terhadap produk
- Mengukur seberapa besar pasar produk pesaing
- Mengukur kombinasi target pasar untuk menentukan variabel marketing dalam melakukan marketing mix
- Menguji ketepatan antara daya saing produk kita dengan produk pesaing, posisi produk kita dalam persaingan dan posisi vektor idela dalam marketing mix