- Pengertian Brand Equity
Menurut :
Kotler dan Armstrong (2004), “Brand equity is the
positive differential effect that knowing the brand name has on customer
response to the product or service”
Artinya ekuitas merek adalah efek diferensiasi yang positif yang dapat
diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa.
Jadi brand equity adalah kekuatan suatu brand yang dapat menambah atau
mengurangi nilai dari brand itu sendiri yang dapat diketahui dari respon
konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual.
Menurut Soehadi (2005), kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur
berdasarkan 7 indikator, yaitu:
1. Leadership: kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun
atribut non-harga.
2. Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
3. Market: kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau
distributor.
4. Internationality: kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya
atau masuk ke negara atau daerah lain.
5. Trend: merek menjadi semakin penting dalam industri.
6. Support: besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan
merek.
7. Protection: merek tersebut mempunyai legalitas
- Pengertian Brand Awarness
Brand awareness
adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa
suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu.
Menurut East
(1997), “Brand awareness is the recognition and recall of a brand and its
differentiation
from other brands in the field” (p. 29).
Jadi brand awareness adalah kesadaran kepada konsumen dan
calon konsumen untuk dapat mengenali atau meningat kembali suatu merek dengan
perbedaaannya terhadap merek lain yang sejenis.
Ada 4 tingkatan Brand Awareness yaitu:
1. Unaware of brand (tidak menyadari merek)
Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.
2. Brand recognition (pengenalan merek)
Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.
3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)
Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk.
4. Top of mind (puncak pikiran)
Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.
- Pengertian Brand Building
Brand Building dapat diartikan sebagai usaha untuk menjalin
ikatan emosional antara konsumen dan perusahaan yang memproduksinya.
Membangun brand seperti apa dan bagaimana ke dalam pasar
menjadi sangat penting karena menyangkut beberapa hal sebagai berikut :
1. Emosi konsumen yang terkadang turun naik terhadap brand
2. Brand yang kuat akan mampu menembus setiap pagar budaya
dan pasar. Ia mampu diterima seluruh budaya didunia
3. Kemampuan suatu brand untuk berinterkasi dengan
konsumennya. Semakin kuat suatu merek, makin kuat pula interaksinya dengan
konsumen dan makin banyak brand association (asosiasi merek) yang terbentuk
memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat, potensi ini akan meningkatkan brand
image (citra merek)
4. Dapat mempengaruhi perilaku konsumen
5. Sebagai pembeda dengan produk lain yang dapat memudah
konsumen dalam memilih produk sejenis
6. Merupakan aset perusahaan
Brand yang baik akan senantiasa menjalankan fungsinya dengan
baik pulan. Lalu bagaimana dengan fungsi brand itu sendiri ketika sudah
memasuki pasar dan bertemu dengan konsumennya.
Fungsi dari Brand untuk konsumen menurut (Kapferer 1977)
adalah sebagai berikut :
1. Identification
To be clearly seen, to make sense of the offer, to quickly
identify the sought-after products.
2. Practically
To allow savings of time and energy through identical
repurchasing and loyalty.
3. Guarantee
To be sure of finding the same quality no matter where or
when you buy the product or service.
4. Optimization
To be sure of buying the best product in its category, the
best performer for a particular purpose.
5. Characterization
To have confirmation of your self-image or the image that
you present to others.
6. Continuity
Satisfaction brought about through familiarity and intimacy
with the brand that you have been consuming for years.
7. Hedonistic
Satisfaction linked to the attractiveness of the brand, to
its logo, to its communication.
8. Ethical
Satisfaction linked to the responsible behavior of the brand
in its relationship towards society.
0 komentar:
Posting Komentar